Polri Belum Tahu Aliran Dana Kasus Simulator SIM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Meskipun saat ini penyidik Bareskrim Mabes Polri sudah menahan empat tersangka kasus dugaan korupsi simulator SIM di Korps Lalu Lintas Polri, tetapi kepolisian belum mengetahui terkait aliran dana serta dugaan suapnya. 

“Jadi kalau ditanya bagaimana yang dialami Pak DP (Brigjen Pol Didik Purnomo), kemudian berapa dia terima suap, itu belum terungkap. Jadi, tidak selalu si panitia itu atau PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) atau KPA (Kuasa Pengguna Anggaran) terbukti menerima sejumlah uang dari pihak pemenang (lelang),” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (7/8/2012).

Menurut Boy, bisa saja yang mendapatkan keuntungan dari unsur pengusahannya, kemudian dalam prakteknya terjadi suatu kerja sama. “Belum tentu juga orang yang bekerja sama dengan mereka itu menerima uang,” ujar Boy.

Jelas Boy, terkait proyek simulator SIM sendiri, anggaran yang digunakan senilai Rp 127 miliar untuk pengadaan simulator kendaraan roda dua dan Rp 45 miliar untuk simualtor kendaraan roda empat.

“Itu adalah proyek yang masuk dalam pengadaan barang dan jasa yang ada di Korlantas. Jadi begitu ya kira-kira jumlahnya,” ungkap Boy.

Kasus dugaan korupsi pengadaan alat simulator SIM pertama kali mencuat saat Bambang Sukotjo, direktur PT Inovasi Teknologi Indonesia, membeberkan adanya dugaan suap proyek pengadaan simulator SIM di Korps Lalu Lintas (Korlantas) Mabes Polri. Bambang terang-terangan menyebut ada suap dari perusahaan pemenang tender pengadaan simulator 2011, kepada pejabat Korlantas Polri bernisial DS sebesar Rp 2 miliar.

Tak hanya dugaan suap, Bambang pun membeberkan adanya praktek mark up dalam proyek pengadaan simulator motor dan mobil di institusi Polri tersebut. Pada saat lelang proyek tesebut, perusahaan bernama PT Citra Mandiri Metalindo berhasil memenangi tender pengadaan 700 simulator sepeda motor senilai Rp 54,453 miliar dan 556 simulator mobil senilai Rp 142,415 miliar pada 2011.



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s